BREAKING NEWS

Friday, December 19, 2014

Ngopi (Ngobrol Pemikiran Islam) Edisi Khusus “Mampukah Revolusi ‘Mental’ Menyelesaikan Permasalahan Pendidikan di Indonesia”



Ngobrol Pemikiran Islam yang dilaksanakan oleh Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Chapter UIN Sunan Kalijaga tersebut membahas mengenai problematika pendidikan yang terjadi Indonesia, Acara yang dilaksanakan di Kantin Komplek Parkiran Terpadu tersebut dihadiri oleh Audien dari berbagai fakultas dan juga universitas, acara tersebut. Adapun pemateri terdiri dari 2 Organisasi kampus, yaitu Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) ARENA UIN Sunan Kalijaga yang di wakili oleh Muhammad Faksi, dan GEMA Pembebasan UIN Sunan Kalijaga yang diwakili oleh Pramana Purbo Kayun.

Problematika Pendidikan yang terjadi Indonesia telah menjadi isu yang terus hangat untuk diperbicangkan, dimana pendidikan merupakan salah satu titik sentral dalam perubahan masyarakat. Dari diskusi yang dilakukan disimpulkan adalah harus adaperubahan yang dilakukan tak hanya pada Sistem Pendidikan, Namun juga pada Sistem-sistem lain seperti ekonomi dan politik. Sebagai Mahasiswa harus memiliki peran dalam perubahan umat, menjadi front terdepan mewakili kegelisahan masyarakat untuk disampaikan kehadapan Pemerintah.

Thursday, December 4, 2014

Pemuda Dan Perjuangan





Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Kalian menyuruh pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. ...” (T.Q.S. Ali Imran : 110)

Potongan ayat diatas menggambarkan bahwa umat ini, yaitu umat Islam merupakan umat terbaik, kenapa umat terbaik? Apakah umat ini umat yang orangnya tampan-tampan? Atau pintar-pintar? Atau kaya-kaya? Atau keren-keren? Tidak! Umat ini menjadi umat terbaik karena umat ini “diturunkan” kepada seluruh umat manusia untuk mengajarkan, menyeru, mengajak kepada yang ma’ruf (kebaikan), dan mencegah pada kemungkaran (Keburukan).
Umat ini diperintahkan untuk menyeru tak hanya kepada sesamanya saja, namun kepada seluruh umat manusia, baik ditimur maupun dibarat, yang berkulit hitam maupun putih, inilah umat yang diperintahkan Rabb semesta alam untuk memperbaiki dunia, menajadikan kehidupan ini diridhai oleh AllahTa’ala. Dalam sejarahnya umat ini telah melakukan hal tersebut, baik jumlah mereka banyak maupun sedikit, baik sendirian maupun berjamaah (berkelompok), baik dalam keadaan terhimpit maupun lapang, sungguh teladan dari pendahulu merupakan teladan yang terbaik, dan patut ditiru oleh generasi-generasi berikutnya setelah mereka. Pada zaman Rasulullah umat ini telah ebrjuang habis-habisan untuk menyuruh kepada kebaikan dan menjauhi kepada kemungkaran, dan diantara insan-insan tersebut adalah para pemuda. Mereka menjadi garda terdepan dalam perjuangan, Pemuda Islam telah menorehkan sejarah yang gemilang dalam pentas sejarah dunia secara umum dan islam Khusunya.  Nama-nama besar terus diingat, diperbincangkan dan diceritakan hingga masa kini, diantara nama-nama itu salah satunya adalah Mus’ab bin Umair r.a. ia merupakan “kuncinya Madinah”, dimana Madinah kelak menjadi basis dakwah Islam, dan menjadi tempat Hijrah Rasulullah saw. Pemuda ini yang dahulu berkisar 20an tahun, melakukan dakwahnya terhadap penduduk madinah, yang kala itu masih dalam keadaan kegelapan, dimana mereka kebanyakan menganut agama Pagan. Ia (mus’ab) dengan kemahiran bicaranya, kecerdasan akalnya dan keberanian yang kuat mampu –Atas ijin Allah- membuka madinah untuk hijrahnya Rasulullah dan para Sahabat r.hum. Di usia mudanya ia habiskan untuk memperjuangkan islam dan pengorbanannya tak main-main, ia rela meninggalkan kenyamanan, kekayaan dan keluarganya untuk memeluk islam, meski tawaran dan hukuman menderanya. Dari sebelum memeluk islam ia merupakan pemuda yang “keren”, bersih dan menawan, setelah memeluk islam hal tersebut hilang, namun apa yang didapatkannya jauh lebih baik. Ia menjadi orang yang keren dalam pandangan islam. Ia menjadi teladan dalam berdakwah, kisah hidupnya dikenang dan diceritakan kepada jutaan orang, dari masa Rasulullah hingg detik ini.
Sungguh layaknya kita sebagai pemuda, pelajar ataupun Mahasiswa memiliki jiwa yang mulia seperti mus’ab. Menjadi pejuang islam, menjadi garda depan dalam berdakwah, menajdi isnan-insan yang didambakan para penduduk langit dan Jannah. Menjadi insan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Menjadi insan yang tak hanya memikirkan kehidupan pribadinya atau memikirkan masa depannya sendiri, namun menjadi insan yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap Umat, menjadi Agent of Change, Change kepada kebaikan, kebaikan menurut Allah dan Rasul-Nya.
Allah telah memberikan keistimewaan bagi para pemuda, yang tidak dimiliki oleh para Orang tua, selain badan yang tegap, otak yang “cerah”, dan semangat yang membara Para Pemuda diberikan keistimewaan, yaitu bagi para Pemuda yang cinta terhadap Islam, kepada Umat kepada Masjid. Allah memberikan keitimewaan bagi para pemuda yang hatinya terpaut pada Masjid, dimana mereka akan diberi Naungan dimana tak ada naungan pad ahari itu selain Naungan dari Allah Ta’ala semata. Sungguh indah dilihat jika para pemuda, yang masih “Unyu-unyunya”, masih tegar, Masih “fresh”, masih kuat-kuatnya, mendedikasikan hidup mereka kepada Dien ini, tentu tanpa melupakan kewajibanya sebagai manusia yang lahir dari Rahim orang tua.
Marilah kawan, belajar untuk mendalami Islam, mulai belajar memikirkan umat yang sedang terpuruk ini, menjadi “Agent of Change”.

Wednesday, November 26, 2014

Ngopi#9 - Meneropong Relasi Kenaikan Harga BBM dan Demonstrasi Mahasiswa




Diskusi yang berlangsung di Taman Masjid Kampus UIN Sunan Kalijaga tersebut dihadiri oleh beberapa Mahasiswa dari berbagai jurusan yang berbeda serta kampus yang berbeda, pada diskusi tersebut membahas mengenai hubungan antara aksi para Aktivis dengan Permasalahan kenaikan BBM yang diisi oleh Maulana Ichsanuddien, S.Pd.I. Akhir-akhir ini terjadi berbagai aksi penolakan terhadap kenaikan harga BBM diberbagai daerah di indonesia. Kenaikan BBM bukan masalah perut semata atau sebuah permasalahan pribadi atau sekelompok orang saja namun permasalahan umat, dibalik adanya peristiwa tersebut terdapat berbagi permasalahan yang harus diselesaikan dan dilihat sebagai sebuah pandangan yang menyeluruh (tidak parsial). Sebagai Mahasiswa muslim, seharusnya memiliki kepemimpinan berfikir yang islami, memandang segala hal dilihat dari sudut pandang islam. Islam telah memberikan pengaturan pada berbagai bidang dalam kehidupan. Sebagai contoh dalam menanggapi permasalahan berupa kenaikan harga BBM, dimana pada saat ini menjadi hal yang panas. Seharusnya dasar dalam penolakannya tidak hanya karena membebani masyarakat, namun seharusnya karena alasan Syariat yang terlanggar, dimana aturan Allah telah disingkirkan dalam berbagai bidang dalam kehidupan. Pemerintah telah melakukan liberalisasi pada sektor hilir, dimana pengelolaan sumber daya alam pengelolaannya diberikan kepada asing, Pemerintah indonesia hanya mengusasi (memiliki) sekitar 20% dari kilang minyak yang ada di negeri ini. seharusnya pemerintah menguasai dan mengelola seluruh kilang minyak yang ada, entah nanti dalam pengelolaannya membutuhkan alat atau pekerja asing itu masalah lain. Permasalahan tersebut harus dipandang secara menyeluruh, diselesaikan pada akarnya dimana akibat-akibat permasalahan muncul. Kapitalisme menjadi akar dari permasalahan ekonomi yang ada pada saat ini sehingga diperlukan perubahan dan mengganti sistem ekonomi Kapitalisme dengan sistem Islam yang dapat menjadi “obat” bagi permasalahan dalam kehidupan, dan tentu saja hal tersebut dengan alasan utnuk menjalankan perintah Allah ta’ala.

Monday, April 21, 2014

SPI #6 - Ideologi, Agama, dan Negara



Sekolah Pemikiran Islam (SPI) pada pertemuan ke 6 membahas mengenai Ideologi, Agama, dan Negara. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 20 April 2014, tersebut di isi oleh pakar politik Islam yaitu Ustadz Ir. Anwar Hadi.

Pada pagi menjelang siang tersebut membahas mengenai hubungan antara ideologi, agama dan negara. Ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan, pada acara tersebut dijelaskan bagaimana agama dapat bersinergi dengan negara, yang mana telah memberikan hasil yang nyata dan gemilang pada pemerintahan islam, yang dicontohkan pada masa kekhilafahan. Saat ini terdapat ideologi yang masih bertahan dan besar yang masih “hidup” di dunia yaitu sekulerisme, sosialisme dan Islam.

Diberbagai negara mengadopsi ideologi-ideologi tersebut, dan masing-masing telah menampakkan hasil yang telah dirasakan oleh manusia. Islam sebagai ideologi telah membangung peradaban yang sangat masyur dan berkembangn dengan berbagai kemajuan diberbagai bidang serta kehidupan sosial yang baik. Pemateri menyampaikan bagaimana islam dapat memberikan solusi yang paripurna bagi permasalahan yang mendera umat manusia saat ini.

SPI #5 - Aliran dan Madzhab dalam Islam



SPI pertemuan ke-5 membahas mengalami aliran dalam Islam. Yang saat ini sangat beragam dan banyak. Dalam Sekolah pemikiran Islam yang diselenggarakan Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan UIN Sunan Kalijaga pada hari Sabtu, 13 April 2014 ini dibahas mengenai hal yang mungkin bisa dikatakan sangat krusial di kalangan dunia Islam. Acara tersebut disampaikan oleh pemateri yang mumpuni dalam hal ini, yaitu Ustadz Ibnu Alwan.

Sejak zaman setelah wafatnya Rasulullah saw. perbedaan mulai muncul dan massif pada kalangan kaum Muslimin, kemudian berlanjut pada masa Kekhilafahan dan hingga sekarang. Perbedaan yang terjadi dari berbagai segi dalam islam baik Fiqh, dan lain sebagainya.

Thursday, April 10, 2014

SPI #4 - Peradaban Barat



Sekolah Pemikiran Islam atau yang lebih dikenal dengan singkatanya yaitu SPI, yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GEMA Pembebasan) UIN Sunan Kalijaga, pada pertemuan ke 4 membahas tema yang cukup krusial dikalangan masyarakat saat ini, yaitu “Peradaban Barat”, sebagai pemateri Hasbi Aswar, S.H., M.A. Dosen UII. Pada acara yang dilaksanakan pada tanggal 5 April 2014 di JCC itu membahas apa tentang apa yang dimaksud peradaban, ada apa dengan peradaban barat dan bagaimana peradaban barat berkontribusi terhadap masyarakat dunia secara umum dan masyarakat islam secara khusus.
Hal-hal yang ada, baik yang diciptakan maupun yang dikembangkan suatu bangsa tidak dapat dikatakan sebagai bagian dari peradaban. Sehingga tak semua hasil dari kegiatan suatu masa dikatakan produk dari peradaban tersebut. adapun seperti mobil, hanphone dan lain sebagainya tidak dapat dikatakan hasil suatu peradaban, karena definisi peradaban sendiri adalah seperangkat konsep tentang kehidupan, adapun produk-produk siatas bukanlah bagian dari konsep kehidupan itu sendiri.
Pada kondisi yang semakin global ini, negara barat secara umum “menguasai” dan “mengendalikan” berbagai sektor kehidupan, baik ekonomi, sciene, maupun sosial dan budaya. Hal ini menyebabkan berbagai dampak diberbagai belahan dunia. Adapun peradaban barat sendiri juga menguasai berbagai belahan dunia, seperti ideologi dari dunia barat yang memasuki dan dijalankan oleh negeri-negeri islam, yang menyebabkan berbagai ketidak sesuaian dengan kondisi masyarakat muslim, hal ini tidak hanya tidak sesuai dengan masyarakat muslim namun juga masyarakat dunia.
Acara yang dihadiri oleh para Mahasiswa dan Umum itu diikuti dengan antusias oleh peserta. Berbagai materi yang disampaikan memunculkan berbagai pemahaman dan pertanyaan oleh peserta. Beberapa pertanyaan diajukan oleh peserta. Acara SPI sendiri masih menyisakan 3 pertemuan lagi, acara dimulai pukul 9.00 hingga pukul 11.00.
 
Back To Top
Copyright © 2014 HTI Chapter UNY. Designed by OddThemes