“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Kalian menyuruh pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. ...” (T.Q.S. Ali Imran : 110)
Potongan ayat diatas menggambarkan bahwa umat ini, yaitu umat Islam merupakan umat terbaik, kenapa umat terbaik? Apakah umat ini umat yang orangnya tampan-tampan? Atau pintar-pintar? Atau kaya-kaya? Atau keren-keren? Tidak! Umat ini menjadi umat terbaik karena umat ini “diturunkan” kepada seluruh umat manusia untuk mengajarkan, menyeru, mengajak kepada yang ma’ruf (kebaikan), dan mencegah pada kemungkaran (Keburukan).
Umat ini diperintahkan untuk menyeru tak hanya kepada sesamanya saja, namun kepada seluruh umat manusia, baik ditimur maupun dibarat, yang berkulit hitam maupun putih, inilah umat yang diperintahkan Rabb semesta alam untuk memperbaiki dunia, menajadikan kehidupan ini diridhai oleh AllahTa’ala. Dalam sejarahnya umat ini telah melakukan hal tersebut, baik jumlah mereka banyak maupun sedikit, baik sendirian maupun berjamaah (berkelompok), baik dalam keadaan terhimpit maupun lapang, sungguh teladan dari pendahulu merupakan teladan yang terbaik, dan patut ditiru oleh generasi-generasi berikutnya setelah mereka. Pada zaman Rasulullah umat ini telah ebrjuang habis-habisan untuk menyuruh kepada kebaikan dan menjauhi kepada kemungkaran, dan diantara insan-insan tersebut adalah para pemuda. Mereka menjadi garda terdepan dalam perjuangan, Pemuda Islam telah menorehkan sejarah yang gemilang dalam pentas sejarah dunia secara umum dan islam Khusunya. Nama-nama besar terus diingat, diperbincangkan dan diceritakan hingga masa kini, diantara nama-nama itu salah satunya adalah Mus’ab bin Umair r.a. ia merupakan “kuncinya Madinah”, dimana Madinah kelak menjadi basis dakwah Islam, dan menjadi tempat Hijrah Rasulullah saw. Pemuda ini yang dahulu berkisar 20an tahun, melakukan dakwahnya terhadap penduduk madinah, yang kala itu masih dalam keadaan kegelapan, dimana mereka kebanyakan menganut agama Pagan. Ia (mus’ab) dengan kemahiran bicaranya, kecerdasan akalnya dan keberanian yang kuat mampu –Atas ijin Allah- membuka madinah untuk hijrahnya Rasulullah dan para Sahabat r.hum. Di usia mudanya ia habiskan untuk memperjuangkan islam dan pengorbanannya tak main-main, ia rela meninggalkan kenyamanan, kekayaan dan keluarganya untuk memeluk islam, meski tawaran dan hukuman menderanya. Dari sebelum memeluk islam ia merupakan pemuda yang “keren”, bersih dan menawan, setelah memeluk islam hal tersebut hilang, namun apa yang didapatkannya jauh lebih baik. Ia menjadi orang yang keren dalam pandangan islam. Ia menjadi teladan dalam berdakwah, kisah hidupnya dikenang dan diceritakan kepada jutaan orang, dari masa Rasulullah hingg detik ini.
Sungguh layaknya kita sebagai pemuda, pelajar ataupun Mahasiswa memiliki jiwa yang mulia seperti mus’ab. Menjadi pejuang islam, menjadi garda depan dalam berdakwah, menajdi isnan-insan yang didambakan para penduduk langit dan Jannah. Menjadi insan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Menjadi insan yang tak hanya memikirkan kehidupan pribadinya atau memikirkan masa depannya sendiri, namun menjadi insan yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap Umat, menjadi Agent of Change, Change kepada kebaikan, kebaikan menurut Allah dan Rasul-Nya.
Allah telah memberikan keistimewaan bagi para pemuda, yang tidak dimiliki oleh para Orang tua, selain badan yang tegap, otak yang “cerah”, dan semangat yang membara Para Pemuda diberikan keistimewaan, yaitu bagi para Pemuda yang cinta terhadap Islam, kepada Umat kepada Masjid. Allah memberikan keitimewaan bagi para pemuda yang hatinya terpaut pada Masjid, dimana mereka akan diberi Naungan dimana tak ada naungan pad ahari itu selain Naungan dari Allah Ta’ala semata. Sungguh indah dilihat jika para pemuda, yang masih “Unyu-unyunya”, masih tegar, Masih “fresh”, masih kuat-kuatnya, mendedikasikan hidup mereka kepada Dien ini, tentu tanpa melupakan kewajibanya sebagai manusia yang lahir dari Rahim orang tua.
Marilah kawan, belajar untuk mendalami Islam, mulai belajar memikirkan umat yang sedang terpuruk ini, menjadi “Agent of Change”.